Faye gelagapan, melihat tatapan Lyonere dan Bunga kini teralih kepadanya. “Faye, apa yang kamu bilang barusan? Kamu punya obat penggugur?” tanya Lyonere. Ia menatap ke arah Faye hampir tak percaya. Faye mengangguk canggung. “A-aku mendapatkannya dari seorang teman. Maksudku, ia menitipkannya padaku. Jadi itu bukan punyaku.” “Teman? Teman siapa?” Situasi berubah, teralihkan sepenuhnya ke Faye. Yang membuat Faye tidak nyaman, ia menoleh ke arah Bunga yang masih memegangi beling di tangannya, meski sudah diturunkan dari lehernya. “Dengar, aku punya obatnya. Aku mendapatkannya dari seorang teman yang kebetulan seorang bidan aborsi.” Namun, Lyonere tidak bisa menerimanya begitu saja. Ia terus mengintrogasi Faye dan situasi berubah menjadi perdebatan mereka berdua. “Faye, kamu menda

