Penyesalan memang selalu datang terlambat. Seperti yang di rasa oleh Ardi. Tak guna ia menyesal kini. Dan yang harus ia lakukan sekarang adalah meyakinkan Raina agar mau kembali padanya. "Masuk, Mas," pinta Raina. "Silahkan duduk." lanjutnya mempersilahkan Ardi. Raina duduk di salah satu kursi di ruang tamu, diikuti oleh Ardi. Ibu mamandang Raina dan putrinya itu tersenyum mengangguk pada sang Ibu. Mengatakan dalam hati bahwa ia akan menghadapi Ardi. Seolah tahu apa yang Raina maksudkan, Ibu memilih beranjak meninggalkan keduanya dan masuk ke dalam. "Kenapa kau kesini sendirian, Mas? Mana anak-anak? Kenapa tak kau bawa sekalian?" tanya Raina bertubi - tubi membuat Ardi mendengus tidak suka. "Aku memang sengaja datang sendiri kesini karena aku ingin berbicara denganmu. Banyak hal ya

