Dua Puluh Tiga

1981 Kata

Kamis (17.37), 25 Maret 2021 --------------------- “Kak Xavier?” Hany memastikan dengan nada tidak percaya. Tadi Vero sempat berpikir bahwa dirinya sedang berhalusinasi saat mendengar suara seorang wanita atau lebih tepatnya gadis yang dicintai Vero. Tapi setelah memaksa kelopak matanya sedikit terangkat, barulah Vero yakin bahwa Hany memang di sini. Air mata Vero menitik. Dia menangis untuk pertama kalinya padahal sejak beranjak dewasa Vero tidak pernah menangis lagi. Hatinya sakit. Mengapa setelah tiga tahun lamanya tidak berjumpa, mereka harus bertemu lagi dalam keadaan seperti ini. Saat kondisi Vero terlihat begitu mengenaskan. “Hany.” Desah Vero. Tapi bahkan bibirnya tidak bisa bergerak. Suaranya hanya seperti hembusan angin yang tidak terdengar. “Tetap di situ jika kau masih in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN