Kyra hendak bergeser. Namun, Leon malah semakin mengeratkan dekapannya. Ia pun kembali berbisik di belakang Kyra. "Kamu mau kemana lagi sayang? Kenapa suka sekali menghindar hm?" Kyra menelan salivanya sendiri dan mengatakan hal cukup membuat Leon jengkel. "Kenapa kamu pukul dia??" Leon berhenti mengendus dan tertegun. Kemudian sebuah senyuman menyeringai nampak di bibirnya. "Aku tidak suka dengan wajahnya. Wajahnya itu begitu mengesalkan." "Tapi kamu juga nggak berhak pukul orang sembarangan!" Leon menghela napas. Mulai lagi sepertinya. Kenapa harus membela laki-laki itu terus menerus?? "Dia juga tidak berhak, menyentuh milik orang lain sembarangan." "Kalau dia kenapa-kenapa gimana??" cecar Kyra lagi, tanpa peduli dengan apa yang Leon katakan. "Aku hanya memukulnya satu kali