"Mas Erwan ….” Tita berjalan masuk ke ruang kerja Erwan dengan ragu-ragu. Wajahnya terlihat seperti orang yang habis bikin dosa. "Kenapa, Ta?" Erwan melambai lalu menunjuk ke arah kursi di depannya. "Hm …, itu …," gumam Tita gelisah. Melihat kelakuan Tita yang aneh pagi ini, Erwan langsung dilanda curiga. "Kenapa ragu-ragu gitu?" Alih-alih menjawab, Tita malah mengerucutkan bibirnya. "Mau ngomong apa, sih?" Lama-lama Erwan jadi gemas juga melihat kelakuan Tita. Biasanya kalau seperti ini tingkahnya, Tita pasti habis bikin salah atau mau mengajukan permintaan aneh. "Mau bilang kalau kamu udah siap nikah sama saya?" "Mas Erwan, ih!" Langsung terdengarlah protes dari mulut Tita. Bòkongnya yang hampir menyentuh kursi, jadi menggantung seketika. Bingung antara mau lanjut duduk atau berdi

