Rabu kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Jika kemarin-kemarin Tita selalu menghabiskan waktu bersama cowok-cowok ‘simpanannya’, kali ini ia berkumpul dengan kuartet cerewet kesayangannya. "Masih mau lanjut abis ini?" tanya Mia saat mereka tengah beristirahat menikmati segelas es kopi sambil meluruskan betis yang pegal setelah berkeliling selama tiga jam di dalam mall. "Lanjut, dong!" sahut Vio tanpa ragu. "Mau cari apa lagi?” Mia melirik tas belanjaan Vio yang sudah berjajar panjang di lantai. “Bukannya udah kebeli semua?" Vio mengangkat bahu cuek. "Apa aja yang menarik." "Vio enggak capek?" tanya Ry yang kakinya sudah terasa gempor. "Selama limit belum jebol, gue sih enggak kenal kata capek," balas Vio santai. "Vio boros, ih!" tegur Ry. "Biar! Uang ada buat diabisin." Biasan

