“Ta …,” panggil Kaivan lembut dari seberang sana. “ “Ya, Mas?” balas Tita dengan suara mengantuk. “Kamu udah mau tidur ya?” tebak Kaivan. “Iya, Mas. Hari ini capek banget. Ada apa telepon, Mas?” “Tadinya mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi enggak jadi deh. Besok aja.” “Yah, Mas. Tita jadi kepikiran kalo gitu,” keluhnya. “Bilang aja sekarang.” “Cuma mau tanya, Sabtu ini bisa luangin waktu ke rumah aku, Ta?" "Rumah Mas yang mana?" tanya Tita polos. Rumah pribadi? Rumah peristirahatan? Atau rumah yang mana. Rumah Kaivan terlampau banyak soalnya. "Tempat Papa Mama tinggal." "Mau ngapain, Mas?" Perlahan radar awas Tita mulai menyala. "Ketemu sama Papa Mama aja. Diajak makan bareng.” “Eh?” Seketika kantuknya pun lenyap. Berganti rasa waswas membayangkan pertemuan dengan kedua orang tu

