Pada pagi harinya, ketika Arjuna tengah menyeduh kopi, Ami dan Fitri datang berkunjung. Kedua gadis itu menangis begitu menyaksikan langsung kondisi salah satu sahabat mereka. Mereka tidak pernah menyangka Anjani akan mengalami kejadian naas yang hampir merenggut nyawanya. “Kenapa kalian nangis? Gue sudah nggak apa-apa, kok. Nanti sore juga gue sudah dibolehin pulang,” kata Anjani menenangkan kedua sahabatnya. “Nggak apa-apa gimana, kalau tubuh lo ini masih dibalut perban macam lemper begini?” canda Ami berusaha tersenyum setelah menyeka air matanya. “Pasti sakit banget ya, Jani?” Fitri bertanya di sela tangisnya. “Gue nggak bisa berhenti nangis tau, sedih banget lihat keadaan lo sekarang, Jani.” “Gue sudah nggak apa-apa. Tuh, buktinya gue bisa senyum di hadapan kalian sekarang. Cuma m