13.2

1128 Kata

Uci menggeser posisinya sampai ke pinggir. Sedari tadi ia merengek pada sang mama agar mereka ditidurkan di dekat Uci. Mungkin karena selama sembilan bulan ia selalu membawa mereka bersamanya, Uci jadi merasa tidak enak perasaannya saat Rima, Maga dan Ghafi berada jauh darinya meskipun mereka masih berada dalam jarak pandangnya. "Masih mau merengek? Cucu Mama aja anteng dari tadi," kekeh Dokter Vivi pada putri bungsunya "Mama sih.. Dari tadi aku minta tolong." Uci menoleh ke arah punggung Mama, mencari Papanya tapi tidak menemukan beliau. "Papa shalat, kamu butuh apa?" tanya Dokter Vivi pada sang anaknya. Kalau dilihat mereka berempat seperti ini, Vivi seperti punya empat orang anak bungsu saja. Padahal dia memperhatikan proses persalinan si kembar dengan mata kepalanya sendiri tapi tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN