13.5

1492 Kata

Berita yang Bian, Fateh dan Adri bawa dua hari yang lalu membuat Uci merasakan perasaan aneh di dadanya. Semacam perasaan gelisah seolah ia tidak akan bisa memiliki waktu Raka seperti biasa. Meski begitu ia tau perasaan ini salah, ia tidak boleh egois dengan memaksa Raka untuk tetap menjadi temannya sedang pria itu juga pantas untuk membina rumah tangga. Kini Uci melihat pada tiga bayi yang sudah bangun dari setengah jam yang lalu. Ia merasa bersalah pada mereka. Uci sudah memiliki Rima, Maga dan Ghafi jadi tidak seharusnya ia merasa gelisah karena akan ditinggalkan oleh seorang Raka Aditya Orlando. Uci beringsut kemudian mengelus pipi Maga yang memerah karena digigit nyamuk. “Maafin Mama ya..” ucapnya lirih pada anak-anaknya. “Tumben ga di kamar?” Uci menoleh dengan mata melotot p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN