Tak Dianggap

1934 Kata

Citra sarapan bersama dengan keluarganya di sana. Tapi tanpa adanya Bima dan juga Sasha. Yang lebih menyedihkan lagi baginya adalah saat ibunya menghindar dari dirinya. Saat dia tiba di meja makan, ibunya langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan apa yang dikatakan oleh ayahnya Citra. Di sana, mereka bertiga sarapan dengan tenang, termasuk Ashira yang selalu bangun pagi agar bisa ikut sarapan dengan keluarga besar ini. “Ma, Cila mau diajak jalan-jalan cama Papa,” kata Ashira mengayunkan kakinya di kursi. Kursi yang di desain khusus untuk Ashira di meja makan itu tingginya lebih tinggi dari biasanya kemudian mereka bisa sejajar bersama. Ayahnya Citra menoleh ke arah Ashira. “Ashira diajak pergi?” “Iya kakek, Cila diajak jalan-jalan cama Papa Cila,” “Kapan?” “Nanti pulang Pap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN