50. Nendang

1856 Kata

“Mbak Della!” Aku langsung menoleh ke arah pintu ketika mendengar teriakan Juni. Begitu melihat mata Juni menatap tajam makanan yang ada di depanku, aku langsung meringis lalu menurunkan makanan itu dari meja. “Nanti aku bilangin Pak Razan, enggak mau tahu.” “Jun!” Aku langsung berdiri menyusul Juni yang hendak keluar lagi. Saat ini baru saja masuk jam istirahat, jadi yang lain kebanyakan sedang berada di luar. “Please, jangan bilang Mas Razan,” ucapku sambil menahan tangan Juni lalu mengajaknya untuk kembali masuk ruangan. “Enggak. Ini udah kesekian kalinya aku lihat Mbak Della makan mie instan.” Juni menepis tanganku, tetapi dia tidak jadi pergi. “Aku keburu lapar. Adanya cuma mie cup itu.” “Kan Pak Razan hampir selesai rapatnya. Orang ini udah jam istirahat.” “Keburu laper—“ “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN