GT-42

1705 Kata

Pria itu tetap bertahan didepan gerbang kokoh putih, menghalangi jarak pandang untuk melihat rumah besar yang menjadi tujuannya. Riefaldi tetap bertahan berdiri diluar rumah mertuanya menunggu pemilik memberi ijinnya untuk masuk, bahkan penjaga rumah yang biasanya ramah ketika melihat wajahnya kini ikut-ikutan bersikap dingin padanya. "Pak tolong bukakan gerbangnya, saya bukan orang lain tapi menantu rumah ini. Bapak tahu dengan jelas itu" ucap riefaldi mencoba sekali lagi bernegosiasi dengan pak Dirman yang merupakan kepala keamanan rumah Wijana. Pak Dirman terlihat menghembuskan napasnya kasar "saya mohon maaf, saya tahu Aden tapi saya bisa apa jika diperintah untuk tidak mengizinkan Aden masuk" Riefaldi akhirnya menyerah dia kembali masuk ke mobilnya, pintu mobil menjadi sasarann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN