GT-44

1234 Kata

Tanpa menjawab riefaldi melangkah membawa tubuh dian sampai tersudut di pintu ruang kerjanya, tubuh dian perlahan bergetar melihat perubahan besar yang terjadi pada pria yang dicintainya, tak lagi lembut dan hangat tapi menakutkan Riefaldi menatap tepat dimata dian, tangan yang satunya naik untuk membelai pipi dian "al, hentikan kumohon!" Senyum yang biasa ramah kini berubah jadi senyum devil "bukankah ini yang kamu inginkan dian?" tangan riefaldi perlahan turun ke leher dian, wajahnya perlahan mendekati wajah dian, sementara dian sudah gemetaran dan bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Saat wajah keduanya hanya berjarak beberapa Senti, tawa riefaldi meledak. Bukan jenis tawa yang menyenangkan, melainkan tawa menakutkan dengan senyum sebelumnya. Dia Mundur beberapa langkah mele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN