Part 47 POV Ilana Semoga Umi bida mengerti. Aku pun menarik napas panjang, siap-siap memberitahunya. "Umi." "Ya, Bunda? Ada apa, Bun?" "Emp ... nanti ayah Rivan akan ke sini jenguk Umi." Aku berbasa-basi. Dia terlihat kaget. Lalu tak lama kemudian Umi menggeleng. "Umi gak mau ketemu Ayah, Bun. Umi takut, ayah selalu bawa pisau." Kuusap rambutnya perlahan. "Umi, dengar bunda. Ayah tidak mungkin mencelakai Umi. Mungkin, ini adalah pertemuan Umi dan Ayah yang terakhir sebelum ayah dipenjara." "Di ... di penjara, Bun?!" Mata Umi membulat tak percaya. Lalu sesaat kemudian dia menggeleng. "Umi takut sama ayah, Bunda. Tapi Umi juga sayang sama ayah. Umi gak mau ayah dipenjara," sahutnya dengan wajah sedih. Anakku ini bahkan meneteskan air mata karena ucapanku. "Kenapa ayah harus dipenja