"Yang." "Yang." "Yang." Sudah ke tiga kalinya Nathan memanggil tapi tetap saja Indah bergeming. Istri Nathan itu seperti sedang berpikir keras. Terlihat dari keningnya yang berkerut, tapi yang aneh adalah kenapa wajah Indah memerah? "Yang," panggil Nathan lagi. Kali ini sambil menyentuh kening Indah. Takut istrinya itu sedang tidak enak badan. "Eh, kenapa?" Indah terkejut. Baru sadar kalau ia sudah melamun terlalu lama karena pikirannya yang melanglang buana terlampau jauh. "Ayang kenapa? Ayang gak enak badan? Tapi jidat kamu gak panas deh," ujar Nathan. Indah menggeleng panik. "Nggak kok. Aku baik-baik aja. Aku gak mikir yang macam-macam. Aku cuma mikirin mau nyobain film apa, eh maksudnya cemilan apa. Bukan bukan. Maksud aku tuh..." Nathan tertawa terbahak-bahak lalu memelu

