Jijji siang ini masih berada di sekolah. Ia saat ini ada di taman belakang sekolah dan sibuk membaca buku. Jijji menjadi salah satu model kebanggaan sekolah karena ia berhasil memenangkan kompetisi musim semi tahun ini. Tentu saja bukan hanya sekolah yang bangga pada Jijji tetapi juga ayah dan ibunya yang begitu bangga karena telah memiliki anak yang berbakat seperti Jijji. Saat itu Ji-hoo lewat dia melihat Jijji kemudian memutuskan untuk berjalan menghampiri. "Boleh duduk sini?" Tanya Ji-hoo. "Ah, silahkan." Jijji mempersilahkan. Hari ini moodnya sudah lebih baik. Ia kemudian membaca buku miliknya kembali. Sementara itu jihoo merasa heran karena tiba-tiba gadis yang ia sukai bersikap begitu manis. Padahal biasanya Jijji ketus dan dingin. Menyia-nyiakan kesempatan anak laki-laki itu

