Hari sudah menjelang malam namun profesor Go belum juga menjemput si kembar. Iya saat ini masih berada di jalan karena sejak tadi mobilnya tidak diintai dan ikuti sehingga ia harus berkali-kali menghindar dan tak bisa kembali pulang apapun menjemput Bonbon dan Bongbong. Profesor berada di sebuah kawasan terpencil di Seoul. Kawasan perumahan cukup umur yang berada di belakang pertokoan. Iya menepikan mobilnya di sebuah kedai yang cukup ramai. Berharap orang yang sejak tadi mengikutinya memutuskan untuk berhenti mengikuti dan membiarkan ia pergi. Pria itu menatap dari kaca dashboard melihat mobil sedan hitam berada di balik sebuah tikungan gang yang letaknya tak jauh dari lokasi mobilnya. Kemudian mengambil ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi kedua anak gadis yaitu. Profesor segera

