40. Potongan Puzzle (2)

1565 Kata

“Maaf.” Adalah kata yang Willis ucapkan setelah mereka mendengar kisah dari Mariam beberapa menit lalu, kini mereka duduk di ranjang, bersebelahan dan rasanya canggung sekali. Willis melirik Eve, menelan gumpalan saliva ketika ingat itulah istrinya yang sekarang namanya Rahi Dinata. “Aku refleks dan merasa marah banget tadi, jadinya lo kena imbasnya.” Dan bagaimana pun Willis ingat, sekalipun diberi nama Rahi tapi cewek itu tetap Eve. “Maaf,” katanya lagi. Saat Eve balas melirik Willis, pria itu mengalihkan tatapannya lurus ke depan. Satu yang Eve dapat hari ini, ucapan Willis, panggilan ‘aku-kam’' yang sudah tidak konsisten lagi. “Gak pa-pa kok, pasti merasa dibohongi banget, ya?” Eve senyum. Willis menunduk, “Lo ngerti, kan?” Sakit. Eve merasa nyeri hulu hatinya, memang bukan pertam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN