Arsen's PoV Seolah tak diizinkan merasakan kebahagiaan walau hanya sesaat, rahangku mengeras membaca pesan dari ibuku. Niat di dalam hati yang ingin menginep di apartemennya Gladys kalau diizinkan, terpaksa kuurungkan karena Sania. Bukan karena rindu pada perempuan itu, tapi marah. Sania berada di rumah ibuku saat ini dan entah apa yang dia sampaikan kepada ibuku itu. Ibu yang dari kemarin juga tak mengindahkan keinginanku yang hendak bercerai dengan Sania. Meski aku telah menceritakan segalanya, termasuk aku yang tak mendapatkan nafkah bathin dari Sania selama setahun lebih. Ibu bilang, bagaimana pun Sania pasti butuh waktu karena kami menikah karena sebuah perjodohan. Yang penting lama-kelamaan, Sania mulai berubah. Tapi menurut ibu, Sania adalah perempuan yang baik. Ibu yang telah la