Kinan merasakan tidurnya sangat nyaman. Rasa nyaman yang sudah beberapa hari ini tidak ia rasakan. Kinan merasakan rasa nyaman seperti ini ketika Darren memeluknya saat ini. Dan gara-gara kebiasaannya tidur dalam pelukan Darren membuat kualitas tidurnya terganggu. Selama Darren pergi untuk perjalanan bisnis membuat Kinan harus tidur sendirian. Dan itu membuatnya tidak nyaman.
Dan ia sempat berpikir Kenapa akhir-akhir ini dirinya sangat merindukan Darren. Merindukan bau tubuh Darren. Rindu perhatian dan protective yang Darren tunjukan padanya. Dan itu coba Kinan singkirkan dengan menyibukkan diri dengan beberapa pekerjaan.
Ketika semua pekerjaan di kantor sangat membuat Kinan sibuk, ia tak akan mengingat Darren tapi ketika ia tidak melakukan pekerjaan apa-apa ia selalu teringat Darren. Dan hari ini ia merasakan kehangatan pelukan Darren ketika ia tertidur.
Tiba-tiba alarm dalam dirinya menyuruhnya bangun. Dan ketika ia bangun, hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah orang yang sudah mengganggu pikirannya selama seminggu terakhir.
"Darren." Panggil Kinan ketika melihat wajah Darren di sampingnya
Ketika Kinan merasakan sudah 100% tersadar dari tidurnya, ia kembali melihat sosok pria yang entah kenapa semakin tampan setelah seminggu lamanya tak bertemu.
"Udah puas lihatin aku." kata Darren menggoda dengan suara khas bangun tidur
Rona merah terlihat di wajah Kinan. Ia selalu saja merasa malu bila berada di dekat Darren. Untuk menghindari tatapan mata Darren yang tajam kearahnya, Kinan harus pergi dari sini. Tapi seprtinya Darren tahu jika wanita yang selama seminggu tak ia jumpai ini akan bangkit dari ranjangnya. Dengan cepat tangan kekar Darren yang melingkar di pinggang Kinan semakin menguat.
"Darren lepasin tangan kamu aku mau bangun." kata Kinan protes
Darren malah semakin menarik Kinan ke dalam pelukannya. Sambil sesekali mencium tengkuk leher Kinan. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita yang sudah membuatnya gila selama seminggu karena terlalu merindukannya.
"Biarin kita seperti inu sebentar aku masih ngantuk. Dan aku sangat merindukanmu." Gumam Darren yang kembali terlelap tidur
Darren pun kembali tertidur dengan memeluk Kinan erat. Setelah seminggu terakhir waktu tidurnya kacau karena ia tidak bisa tidur nyenyak. Tapi ketika memeluk Kinan seperti ini membuat Darren langsung bisa tidur nyenyak. Dibuktikan dengan suara dengkuran halus dari Darren.
Sebenarnya Kinan mau protes tapi ketika Darren sudah kembali terlelap ia pun menbiarkannya. Apalagi Kinan melihat Darren tidur dengan sangat pulas. Jadi ia tak tega untuk membangungkannya.
Kinan tahu Darren pasti sangat lelah dengan segala pekerjaan yang harus diselesaikannya. Jadi untuk kali ini Kinan membiarkannya. Tak berapa lama Kinan mulai terlelap tidur kembali dalam pelukan Darren yang sangat nyaman
Darren baru saja membuka matanya ketika ia tidur sendiri diranjang besarnya. Darren pun segera ke kamar mandi dan akan mencari keberadaan Kinan.
"Selamat pagi Tuan Darren." sapa Pak Thomas kepala rumah tangga rumah ini
" Pak Thomas Kinan dimana?" Tanya Darren
"Nona Kinan ada di ruang Gym Tuan." Jawab Pak Thomas
" Ruang gym?" Kata Darren tak percaya
"Iya Tuan sudah hampir seminggu ini setiap pagi Nona Kinan selalu ke ruang Gym sebelum berangkat ke kantor." Kata Pak Thomas menjelaskan
Darren sedikit heran kenapa gadisnya sekarang jadi suka olahraga. Karena merasakan penasaran Darren pun ingin melihat keadaan Kinan. Dan ia akan bertanya kenapa tiba-tiba Kinan mau berolahraga.
Dari kejauhan Darren dapat melihat Kinan sedang lari di alat treadmillnya. Keringat bercucuran dari wajahnya. Serta baju olahraga yang ia pakai sudah basah kuyub akibat keringat yang terus bercucuran. Darren merasa Kinan terlihat sangat seksi dengan penampilan yang berkeringat seperti itu.
Kinan baru saja berhenti dari treadmillnya ketika ada seseorang yang memeluknya.
" Darren" kata Kinan kaget
Sebenarnya Kinan tahu siapa yang memeluknya. Karena dari kejauhan ia bisa mencium bau tubuh Darren
"kamu apaan sih meluk aku segala? Lepasin aku Darren. Aku lagi keringatan jadi jangan dipeluk gitu." kata Kinan mencoba melepaskan pelukan Darren
Darren malah membenamkan wajahnya di leher Kinan. Darren sangat menyukai wangi tubuh Kinan.
"Hahahahahaha......"
Terdengar suara tawa Darren setelah Kinan menceritakan alasannya berolahraga.
Dan Kinan sebal kenapa ia harus menceritakan perihal alasan dietnya pada Darren. Dan sekarang ia malah ditertawakan olehnya. Benar-benar salah dirinya bercerita pada Darren
"Ok, kalau kamu masih ngetawain mending aku pergi aja." kata Kinan ngambek
" Iya maaf sayang. Gini aja kalau kamu memang mau olahraga biar aku yang akan nemenin kamu ngegym setiap hari." kata Darren menawarkan diri
"Yang bener. Makasi Darren." Kata Kinan senang
Tanpa sadar Kinan memeluk Darren karena rasa senangnyam. Karena akhirnya ia bisa mendapatkan arahan tentang olahraga yang benar. Jadi setidaknya ia tak salah dalam memulai rencanya untuk diet.
Kinan sedang sarapan dengan Darren dengan ekspresi cemberut. Dan hal itu sangat disukai Darren.
Kinan sudah siap akan berangkat ke kantor sampai Darren menghentikkan langkahnya.
"Ikut aku sekarang." Perintah Darren sambil menggandeng tangan Kinan
"Darren aku mau ke kantor kamu mau bawa aku kemana?" Kata Kinan mencoba melepas genggaman tangan Darren
Darren tak menjawab tapi langsung membawa Kinan ke mobilnya....
@ makam ibu dan ayah Darren
"Hai Mom, Dad.... Maaf aku jarang kesini. Kenalin ini Kinan perempuan yang Darren cintai. Darren harap Mom dan Dad suka dengan Kinan." Kata Darren menatal makam kedua orang tuanya.
Kinan menatap Dareen yang sedang berbicara dengan orang tuanya di depan nissannya. Ia tak bisa protes ketika Darren membawanya ke makan kedua orangtuanya. Dibalik sifat kasarnya ia memiliki sisi yang lembut. Entah dorongan darimana Kinan mencoba memberikan pelukan kepada Darren memberikannya kekuatan. Dan Darren pun menangis di pelukan Kinan.....