Kinan merasa di Padang ilalang yang sangat luas. Tubuhnya seakan ringan tanpa beban. Seakan-akan hidupnya begitu bebas dan ringan. Ia begitu menikmati pemandangan yang disuguhkan kepadanya. Tapi sebuah sentuhan di bahunya menghentikan lamunannya. "Bunda....." Kata Kinan kaget melihat bunda yang sangat dirindukannya ada dihadapannya Tanpa pikir panjang Kinan langsung memeluknya. Ia begitu merindukan pelukan sang bunda yang sudah berapa lama tidak pernah Kinan rasakan. "Bunda Kinan kangen sama bunda." Kata Kinan yang sudah terisak didalam pelukan sang bunda "Jadi hanya bunda yang dikangenin ayah tidak dikangenin." Kata seseorang memecahkan keheningan "Ayah." Kata Kinan kaget melihat sang ayah berada disana Kinan merasa bingung kenapa ayah dan bundanya ada disini. Apakah dirinya sudah m

