Usai dengan ‘early dinner’, merekapun membayar makanan mereka dan meninggalkan café. Semua tampak biasa-biasa saja, kecuali Robby yang terlihat memikirkan sesuatu. Pe er yang belum tuntas. Pe er yang konsisten menjajah pikirannya. Rupanya, rasa penasaran Robby yang telah terakumulasi sekian lamanya, membuatnya bermimpi tentang Cewek tersebut. Esok paginya, selagi mereka bersiap menunggu jemputan operator lokal yang mereka sewa untuk mengunjungi tempat kremasi jenazah, Robby menyampaikan hal tersebut kepada kawan-kawannya. Reifan menoyor keras lengan Robby. Kemudian Reifan menggoda temannya satu itu dan berkata, “Fall in love at the first sight ya? Jangan-jangan elo bukan mimpi biasa tapi mimpi jorok, lagi, sama Cewek itu! P