Maya duduk dengan pandangan penuh kesedihan menyadari bayi kecil yang ada di perutnya sudah tidak ada, buliran bening menetes di wajah Maya membiarkan kini matanya sembab dan kemerahan. Test pack tadi tidak mungkin salah, kini tak ada malaikat kecil yang ada di perutnya tapi kenapa Felix tak mengatakan hal itu?. Air mata segera di usap oleh Maya ketika mendengar pintu akan di buka, buru-buru Maya berbaring membelakangi pintu berusaha menyembunyikan wajah di balik bantal yang ia peluk sebagai guling. “Ibumu sedang istirahat jadi kamu jangan mengganggunya dulu ya” ucap Felix, kedua kelopak mata Maya terbuka, itu pasti Felix dan Mason tapi untuk saat ini ia belum ingin melihat kedua orang itu terlebih pada Mason, Maya tidak mau putranya itu melihat ia sedang sedih seperti ini. Pintu kemba

