55. EPILOG

1868 Kata

"Kita adalah sepasang yang tidak ingin dipisahkan. Kita adalah mantra yang terus dirapalkan pada yang kuasa. Kita adalah buah kesengajaan yang nyata." ---- 2 bulan berikutnya. "Rich, ku pikir sebaiknya kau segera pulang. Wajahmu benar-benar terlihat pucat sekarang," saran Edward. Mereka berdua baru saja kembali dari meeting di luar kantor. Richard menghela napas panjang sembari terus memijat pelipisnya. Entah kenapa, sudah dari kemarin ia merasa tubuhnya tidak enak. Sekarang, bahkan terasa lebih parah dari pada sebelumnya. "Tidak bisa, Ed. Aku harus segera menyelesaikan tugasku. Waktuku sisa seminggu lagi sebelum benar-benar pindah dari Blackhorse lalu mengurus Sanjaya Corp," balas Richard masih memegangi keningnya. Edward menggeleng keras. Ia sangat yakin kondisi tubuh sahabatnya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN