BAB 60

1373 Kata

“Aku memang mendapatkan kembali jabatan dan nama baikku di menara ini, Valen ... tapi kalau harga profesionalisme itu adalah kehilangan kejujuran hatimu, aku gagal,” bisik Thalia lirih di restoran atap gedung bandara. Angin malam di lantai paling atas Gedung Administrasi Bandara Juanda bertiup cukup kencang, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke balik kain seragam dinas. Lampu-lampu sorot landasan pacu di bawah sana berpendar terang, membingkai hamparan aspal hitam tempat puluhan pesawat mendarat dan lepas landas setiap harinya. Suara deru mesin turbin sayup-sayup terdengar dari kejauhan, memecah keheningan meja sudut restoran yang sengaja dipilih sepi dari pengunjung. Valen duduk tegap di hadapan Thalia. Mengenakan kemeja putih empat balok tanpa jas luar, raut wajah sang kapten nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN