“Bukti ini bersih tanpa celah. Maya lupa kalau setiap ekspor berkas audio meninggalkan jejak digital IP Address di server pusat,” bisik Ria saat menyerahkan flashdisk rahasia di sebuah kafe sepi tak jauh dari kawasan bandara. Malam yang kian larut membungkus sudut kafe berdinding kaca tembus pandang itu. Denting alunan musik instrumental samar-samar kalah oleh desis mesin pembuat kopi di balik konter. Di meja paling pojok yang remang-remang, Ria menggeser sebuah flashdisk logam berwarna perak berukuran kecil ke arah Thalia. Thalia menatap benda kecil itu dengan binar mata yang mendadak dipenuhi riak emosi. Tangannya terulur, menyentuh permukaan logam dingin tersebut sebelum menggenggamnya rapat dalam jemari tangannya. “Kamu benar-benar mengambil ini langsung dari direktori log jaringan

