BAB 76

1461 Kata

“Di meja makan ini, saya tidak melihat seorang gadis yang butuh perlindungan keluarga Aksara, melainkan wanita independen yang baru saja menyelamatkan nama baik dunia penerbangan,” ucap Barandra Aksara sambil menatap Thalia tajam dari ujung meja makan panjangnya. Dentangan pelan alat makan porselen yang beradu dengan meja jati berukir mendadak terhenti. Di dalam ruang makan megah berlantai marmer impor dan berhiaskan lampu kristal gantung yang memancarkan cahaya keemasan hangat, atmosfer intimidasi terasa begitu pekat. Kediaman keluarga Aksara di kawasan elit Jakarta Selatan ini memancarkan wibawa dan d******i yang sanggup meliukkan keberanian siapa pun yang melangkah masuk ke dalamnya. Thalia duduk tegap di sisi kanan meja, mengenakan gaun formal berwarna biru gelap yang terkoordinasi a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN