BAB 28

1554 Kata

“Analisanya tepat sekali. Kalau tadi saya nekat landing di Juanda, kita bisa terkena wind shear fatal di touchdown,” puji Kenzo sambil menghela napas lega begitu roda pesawat mereka menyentuh runway Bandara Ngurah Rai, Bali. ​Valen mematikan tombol sistem kendali otomatis, menyandarkan punggungnya pada senderan kursi kokpit dengan helaan napas panjang yang terlepas berat. Pendar lampu landasan Ngurah Rai yang diterangi cuaca cerah berawan menyambut kedatangan Indonesia 812 dengan begitu ramah, sangat berbanding terbalik dengan neraka badai yang baru saja mereka lintasi di atas langit Surabaya. ​“Kalkulasi Thalia di menara tidak pernah meleset, Ken,” sahut Valen, jemarinya mengusap wajah yang tampak kelelahan. “Parameter angin yang dia baca di sistem darat benar-benar presisi. Dia melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN