BAB 25

1950 Kata

“Foto candid dan bukti kedekatan di darat ada di aku, rekaman suara profesionalisme yang cacat ada di Mbak Maya. Kali ini mereka enggak bakal bisa mengelak,” ujar Chika dengan mata berbinar penuh kebencian. ​Suara angin malam bertiup cukup kencang merambah area taman terbuka di dekat Terminal 2 Bandara Juanda. Lampu-lampu taman bernuansa kuning temaram menerangi bangku kayu tempat kedua wanita itu duduk berhadapan. Suasana pelataran malam itu terbilang sepi, hanya terdengar gemuruh samar mesin pesawat terbang yang lepas landas dari kejauhan. ​Maya menyesap kopi hitam dinginnya perlahan, menyandarkan punggungnya pada senderan bangku kayu. Senyum tipis yang penuh kepuasan terkembang di bibirnya. ​“Bagus, Chika,” puji Maya dengan suara rendah yang penuh perhitungan. “Kuncinya ada di pengga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN