BAB 37

1427 Kata

“Selamat malam, Kapten Marshel. Sebuah kehormatan besar bisa berhadapan langsung dengan senior legendaris penerbangan Indonesia,” salam Valen tegas, berdiri tegap sambil menyodorkan bingkisan buah dan kue hangat. Kapten Marshel Danubrata berdiri di ambang pintu rumahnya yang terbuka lebar. Postur tubuhnya yang tetap tegap meski tak lagi mengudara memancarkan wibawa yang tak tertandingi. Selama beberapa detik, mata tajam penerbang senior itu mengamati Valen dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sore berganti malam di luar rumah, namun ketenangan yang dibawakan Valen terpancar begitu jelas dari garis wajahnya. Pria muda itu mengenakan kemeja batik lengan panjang bermotif kontemporer dengan warna dasar gelap yang dipadu celana kain hitam rapi. Rambutnya tersisir rapi, gesturnya santun, dan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN