BAB 39

1314 Kata

“Terima kasih sudah lolos ujian Ayah tanpa cacat ya, Kapten,” bisik Thalia lembut saat mereka berdiri berdua di teras depan rumah, menikmati angin malam Surabaya. Valen terkekeh pelan, melirik wanita di sampingnya dengan binar mata yang begitu hangat dan lega. Udara malam Kota Surabaya berembus sepoi-sepoi, mengibarkan pelan rambut Thalia dan menyegarkan suasana setelah ketegangan ujian makan malam yang baru saja berakhir manis. “Jujur, jantung saya sempat berdegup jauh lebih kencang daripada saat harus mendarat darurat dengan satu mesin mati di simulator,” aku Valen jujur, menyandarkan tubuhnya santai pada pagar teras. “Kapten Marshel punya cara memandang yang bikin orang merasa sedang berdiri di hadapan penguji paling killer.” Thalia tertawa renyah, melipat kedua tangannya di d**a ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN