Jovan memilih duduk di salah satu sofa ruang tengah setelah merekam semua aksi b***t Cila dan lelaki yang Cila panggil dengan panggilan nama Markus. Siapa dia? Tentu sjaa, Jovan tidak peduli siapa Markus itu. Pertanyaan Jovan sekarang, kenapa lelaki itu bisa ada di dalam kamar unit apartemen Cila. Dan bisa -bisanya mereka melakukan hal yang b***t seperti itu. Jangan -jangan, apa yang sudah mereka lakukan ini sudah lama. Hanya saja, Jovan dan keluaranya idak pernah tahu. Jovan menarik napas dalam memasukkan ponselnya ke kantong celananya. Ia rasa cukup bukti untuk menolak pernikahan dengan Cila. Sampai detik ini, perasaan Jovan hampa dan sama sekali tidak bergetar terhadap Cila. Jovan menjadi sosok yang dingin, datar dan terlihat tidak peduli dengan orang lain. Jovan tinggal menunggu

