RR.30

750 Kata

Pagi ini, supir pribadi Pak Yudistira sudah menjemput Bella di kediaman rumah Pak Slamet. "Non Bella, Pak Yudis ingin non sarapan dirumah, non Sofia hanya ingin ditemani oleh non Bella," ucap supir itu hati -hati. "Ehmm ... Sebentar," jawab Bella yang kembali masuk ke dalam untuk berpamitan pada Pak Slamet dan istrinya. Tentu, Bella juga berpamitan dnegan Pandu, putra semata wayangnya yang tidak diketahui orang. Pandu memang dianggap luka oleh Bella. Luka yang membuat bahagia walaupun luka itu belum sepenuhnya sembuh. "Bella berangkat dulu, Pak, Bu. Titip Pandu," ucap Bella singkat. Kedua pasanagn suami istri itu mengangguk dan tersenyum bangga pada Bella. "Hati -hati Bella. Bapak mau tanya, hubunganmu dengan Pak Yudistira bagaimana?" tanya Pak Slamet dengan serius. "Bella gak ada h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN