RR.36

1780 Kata

Ratu sudah turun dari kamarnya sambil membawa satu koper yang kecil. Ia berteriak keras hingga sang Papa yang berada di ruang tamu karena terlalu lama menunggu sang putri semata wayangnya pun segera menghampiri ke arah gadis itu. "Jangan di biasain berteriak keras. Kenapa sih, Ratu?" tanya Papah David yang sudah lelah menunggu Ratu sejak tadi. Papah David sampai harus menyelesaiakan aktivitas bercintanya yang sedang nikmat -nikmatnya karena teringat bahwa putri kesayangannya akan berangkat malam ini ke London. "Ish Papah, koper Ratu masih ada dua di atas," jelas Ratu dengan setengah galak. "Iya sudah nanti biar di turunkan oleh Ramon," titah Papah David cepat. Mama Tiwi sudah menunggu juga sejak tadi. Ia juga sudah memasak makan malam tetapi sepertinya Ratu sedang tidak ingin makan. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN