Bella dibawa Raja diatas motornya. Jok motor yang selama ini selalu kosong dan tidak ada yang boleh duduk disana kecuali Ratu. Kini, di duduki oleh Bella. Pikiran Raja berkecamuk. Ia belum memiliki solusi. Mau ia bawa kemana, Bella ini. Ia juga tidak kenal Bella. Rumahnya dimana? Siapa Bella? Sama sekali tidak tahu. Jovan mendekati laju motor Raja. Ia membuka kaca helm dan mengajak bicara Raja dengan serius. "Mau kemana, Raj?" tanya Jovan bingung. "Ga tahu," jawab Raja terlihat bingung juga. "Bawa ke klinik," ucap Jovan memberi usul. "Klinik? Buat apa?" tanya Raja bingung. "Kok buat apa sih? Buat diperiksa dong?" jawab Jovan cepat. "Gak. Bakal jadi masalah nanti," jelas Raja dengan suara tegas. Ia tidak mau menjadi pusat pehatian di Klinik. Apalagi ia bakal di cecar banyak pertany

