Marco menghampiri keduanya. Wajahnya memerah karena marah. “Cassandra! Apa yang kamu lakukan!” Semua mata kini menatap mereka. Sebuah adegan yang benar-benar memalukan dan mencoreng nama baik perusahaan. Marco meraih tangan keponakannya dan menggenggamnya dengan kuat. Genggaman itu terasa sangat menyakitkan bagi Cassandra. Gadis itu berusaha melepaskan genggaman tangan pamannya. “Maaf atas ketidaknyamanan ini, silahkan menikmati fasilitas sebelum acara utama dimulai,” ucap Marco sembari membungkukkan badannya pada semua tamu yang menatap mereka. Marco menarik tangan Cassandra dan membawanya menjauh dari keramaian. Tak dihiraukannya Zissy yang masih kebingungan tak tahu harus berbuat apa pada gaun putihnya yang kini bernoda merah. “Apa-apaan ini?” tanya Marco setelah merasa cukup

