Bab 42

1215 Kata

Fritz tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah mereka. Bukan hanya rambutnya yang berantakan. Pakaiannya juga tampak kacau dan beberapa lebam terlihat di lehernya. Lelaki muda itu segera menutup pintu kamarnya dengan wajah gelisah ketakutan. Namun sesaat kemudian, ia baru menyadari kehadiran Marco di dalam kamar itu. “Hei! Kenapa dia ada di sini?” protesnya dengan kesal. Baru saja ia merasa mimpinya menjadi kenyataan, tiba-tiba saja lelaki itu seolah memaksanya untuk bangun. Ia merasa kehadiran Marco hanya seperti wasit di antara sepasang kekasih. Dan itu terasa sungguh menyebalkan. “Om Marco nyusul kemari karena perintah papa,” sahut Cassandra datar. “Sekarang katakan padaku, kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu?” “Eh … itu. Tadi sewaktu aku mencarimu, tau-tau ada perempuan gila yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN