“Marco Asmara! Bukankah itu dia?” Marco mengedarkan pandangannya. Ia merasa ada seseorang yang memanggil namanya. Namun tak terlihat seorangpun yang dikenalnya. Namun hal itu tidak membuatnya lengah. Lelaki itu menggenggam tangan keponakannya dan membawanya pergi dari tempat itu. Keesokan harinya …. “Apa kamu sudah baca berita hari ini?” berondong Rexy yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Marco. Rexy memperlihatkan sebuah artikel di dalam gadgetnya. Sebuah foto dengan wajah yang tidak terlalu jelas terpampang di layarnya. Dan semuanya bertambah jelas karena judul yang terpampang di bawahnya. ‘Pengusaha garmen merk ternama tertangkap basah berkencan dengan gadis di bawah umur’ “Ini kamu kan? Siapa gadis itu? Apa yang kalian berdua lakukan di Wonderland malam-malam? Apa dia be

