Klontang! Cassandra meringis kesakitan. Saking gugupnya, tanpa sengaja ia menjatuhkan coffee pot dari atas meja. Tangannya terasa terbakar karena cairan panas itu mengenai kulitnya. Hal itu membuat Marco panik. Lelaki itu spontan membawa Cassandra menuju wastafel dan langsung mengguyurnya dengan air mengalir. Cassandra meletakkan kepalanya di d**a lelaki itu. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri atas kecerobohannya. Pagi yang seharusnya dinikmatinya berdua dengan pamannya, kini menjadi berantakan. “Maaf, semua gara-gara aku,” ucap Marco menyesali kesalahannya. Seharusnya dia tidak melakukan hal semacam itu. Bahkan Marco berpikir bahwa ini adalah sebuah peringatan agar ia tak lagi mengganggu keponakannya. “Bukan salah Om Marco,” sesal Cassandra. “Semua karena kecerobohanku. Maafin S

