Pagi ini Laluna bangun kesiangan. Alarm yang sudah ia atur tadi malam entah kenapa nggak berbunyi pagi ini sehingga membuatnya bangun kesiangan dari yang seharusnya. Sama halnya dengan Aiden. Jangan harap bocah laki-laki itu bangun tepat pada waktunya karena ia nggak akan bangun jika Laluna nggak memaksanya. Itu adalah rutinitas keduanya setiap pagi. Bahkan nggak jarang sepasang ibu dan anak itu bercek-cok ria hanya untuk memaksa sang bocah laki-laki untuk meninggalkan Pulau Kapuknya yang terlampau nyaman itu. Beranjak dari tempat tidurnya, Laluna segera keluar dari kamar tidurnya. Namun, baru satu langkah menjauh dari ambang pintu kamarnya, Laluna baru teringat akan satu hal, yaitu keberadaan baby sitter-nya sehingga kemungkinan Aiden telat bangun sangatlah kecil. Benar pemikirannya, Lal