Keesokan harinya, tepatnya saat pukul 9 Pagi, Morin mencoba memperhatikan sosok Joana. Joana terlihat tertidur dengan begitu lelap, ia begitu terlihat kelelahan akibat malam yang indah baginya bersama seorang lelaki muda yang ia sewa untuk memuaskan napsunya semalam. Ia segera memasuki kamar mewah milik Joana, “Semua harus sesuai rencana ku bersama Xavier dan Marine,” ucap Morin dalam hati, ia segera mengeluarkan sebuah suntikan berisikan cairan yang dapat melemahkan sosok Joana, cairan tersebut sama dengan cairan yang diberikan oleh Joana terhadap Zalina. Tanpa menunggu lama, salah satu tangan Morin mendekap mulut Joana dan ia menyuntikkan cairan tersebut ke tangan Joana. Ia sempat melihat wajah Morin, “Ka-u Peng-khia-nat Mo…” bibirnya bergetar dan sekujur tubuhnya melemah, ia tidak kuas