Aku membaringkan Ariella di atas sofa terlebih dahulu,agar tidurnya tidak terganggu saat para tenaga medis datang. Kemudian aku kembali duduk di kursi samping tempat tidur Freya untuk memastikan keadaanya. Tapi saat aku baru menduduki kursi dan hendak menggenggam tangan Freya kembali, aku kaget dengan apa yang aku lihat di depan mataku. Wanita yang sangat aku cintai dan aku tunggu berhari-hari, akhirnya membuka matanya. Tapi ia hanya diam menatapku sangat lama. Aku juga tidak berkata apa-apa karena merasa kaget bercampur bahagia. Sebelum aku sempat mengatakan satu katapun, seorang dokter dan beberapa perawat datang. “Permisi Tuan, aku akan memeriksan pasien.” Dokter itu berbicara padaku. Aku tidak berkata apa-apa. Aku masih berdiri diam mematung di tempatku semula, hing