Mobil hitam itu masih terparkir statis di bawah apartemen. Lampu jalan memantulkan bayangan panjang di atas permukaan aspal yang mulai sepi. Di lantai atas, Gya masih berdiri di dekat jendela bersama Raka. Keduanya sama-sama menatap kendaraan yang membisu di bawah sana. "Dia tidak biasanya melakukan hal seperti ini," gumam Gya pelan. Raka menyilangkan kedua tangan di d**a. "Samuel Aldebaran tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan." Beberapa detik kemudian, pintu mobil di bawah sana terbuka. Samuel melangkah keluar. Gerakannya tenang dan penuh percaya diri saat berjalan menuju pintu masuk gedung apartemen. Raka mengamati setiap pergerakannya dari atas. "Dia akan naik." Gya menelan ludah pelan. Jantungnya mulai berdegup lebih kencang. "Kenapa dia melakukan ini?" Raka tidak menjawa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


