Agatha masih tak menyangka jika Frangky sampai mempunyai penyakit itu. Ethan yang sejak tadi melihat Agatha diam pun meraih tangan Agatha dan menggenggamnya erat. "Kenapa? Ada yang kakak pikirkan?" Agatha yang semula sempat melamun menoleh ke arah Ethan. Dia memperhatikan Ethan dari arah samping, mengingat kembali bagaimana pertemuan yang tak sengaja dengan laki laki itu. "Ethan, terima kasih." Ethan menoleh sekilas lalu tersenyum hangat. Dia mengusap lembut puncak kepala Agatha. "Kenapa tiba tiba berterima kasih seperti itu? Kau sedang memikirkan apa? Tapi aku merasa tersanjung karena tiba tiba kau mengatakan itu pada ku, sedangkan aku tak melakukan apa apa kepadamu." Tiba tiba saja Agatha meletakkan kepalanya di pundak Ethan. Ethan menegang, karena baru ini Agatha bersikap

