"Temen kuliah di Singapore." Kebetulan teman Billy itu berasal dari kota Surabaya. Jadi, tidak heran kalau mereka bisa bertemu di mal itu. "Terus kenapa kamu seperti menghindar? Dia pernah mengejar kamu?" Melihat dari gesture tubuh wanita tadi, Nindy bisa menebak kalau dia menyukai Billy. Mata wanita itu terlihat berbinar setiap kali berbicara dengan Billy dan senyuman manisnya tidak pernah menghilang dari bibir merahnya. "Jangan bahas dia lagi. Saya malas jawabnya." Nada Billy terdengar sedikit ketus, itu berarti dia tidak menyukai wanita tadi. Sebenarnya, Nindy sudah tidak heran jika ada wanita yang mengejar Billy. Sejak kuliah dia sudah sangat populer dan banyak disukai oleh mahasiswi kampusnya, bahkan kakak tingkatnya pun banyak yang menyukai Billy. Itu bukanlah hal baru bagi Nind