Prolog

229 Kata
Nama gue Herra Maurabella Arsenio. Biasa di panggil Maura. Okey, banyak yang bilang gue ini bad but perfect, and then, gak ada cowok yang berani tolak gue bahkan kalau harus bertekuk lutut, mereka rela demi gue. Bukan cuma itu, gue anak dari Kenzo Arsenio. Yup, seorang pengusaha kaya yang cukup di kenal di negara ini. Jadi bisa dibilang gue punya segalanya. Cowok? Mereka cuma pelengkap bosan Maura saja. Saat bosan, tanpa ragu Maura membuang mereka. "Mauraa!" Nah, itu nyokap gue. Clarissa Adinayya. Orang-orang bilang, sifat gue nurun dari Nyokap, ya, walaupun Mama gamau ngaku, sih. "Apa sih, Ma, pagi-pagi teriak." Saat pintu terbuka, terlihat sosok wanita paruh baya yang cantik itu tengah berkacak pinggang. "Kamu buat masalah apalagi?! Liat nih dosen kamu ngabarin Mama!" Pekik Clarissa jengkel. "Cuman ngerjain dikit, Ma.. Lagian Maura di marahin depan temen-temen cuma karna telat kasih makalah," celetuknya enteng membuat wanita paruh baya di hadapannya semakin emosi. Bagaimana tidak? Pasalnya putrinya ini tak henti-hentinya membuat masalah. Hampir setiap hari laporan seseorang sampai pada Clarissa akibat ulah yang di buat anaknya itu. Sedangkan Maura hanya cuek bebek atas kelakuannya. Sampai titik darah penghabisan, Maura tak akan membiarkan siapapun melawannya.G Segala konsekuensi akan ia tanggung, gadis itu tak pernah kapok sedikit pun. Katanya, Jangan panggil gue Herra Maurabella Arsenio, kalau gue kapok atas ulah yang gue perbuat. Panggil gue, Queen Trouble maker.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN