Reinaldy berdiri bersandar pada tembok menatap Claire yang kini asik bersama dengan Tita, Kania dan Janice serta keluarganya yang lain yang kini sedang berkumpul bersama di ruang tengah rumah itu. Senyum Claire mengembang sempurna namun saat bersama dengannya senyum itu hilang tanpa bekas. Reinaldy menyesal dan penyesalannya hampir menelannya hidup-hidup dan membuat dirinya kesulitan bernafas. Penyesalan itu selalu mengikuti dirinya seakan menjadi bayang-bayang kemana pun ia melangkah. "Kamu lihat? Claire memang tersenyum namun senyum itu tidak pernah sampai ke matanya. Aku merasa matanya seakan kosong..." Reinaldy spontan menoleh kaget ke arah samping dimana Dean sudah berdiri saat ini. "Dia seperti manusia tanpa jiwa setelah kejadian itu. Dia tidak memiliki alasan untuk hidup sampai

