Dengan wajah yang panik Julian melajukan mobilnya menuju ke kantor lagi. Entah kenapa perasaannya gak enak ketika Ryan mengatakan jika Liliana belum sampai di rumah. Setelah menerima telepon dari Ryan tadi Julian langsung mencari keberadaan Liliana. "Shittt...." Julian hanya bisa mengumpat ketika ia terus mencoba menelpon Liliana tapi kekasihnya itu tak mengangkat teleponnya. "Sayang kamu dimana?" kata Julian mulai frustasi. Julian semakin mempercepat laju mobilnya agar bisa sampai di kantor. Ketika sampai di kantor ia memarkirkan mobilnya dengan asal karena ia benar-benar sangat khawatir sekarang. "Selamat malam pak Julian ada apa pak Julian malam-malam ada di kantor? Apa ada barang yang tertinggal?" tanya security di kantor Julian. "Apakah Liliana sekretaris saya sudah pulang dari