Bab 46

836 Kata

Aruna masih berdiri di dapur sambil memegang ponsel. Pesan dari nomor asing itu tetap terbuka di layar. Ia membaca ulang kalimat itu beberapa kali, mencoba memastikan bahwa ia tidak salah lihat. Kamu yakin Rangga layak dipercaya lagi Dan pesan kedua. Dia pernah meninggalkan kamu. Jangan lupa alasannya. Aruna menurunkan ponsel pelan. Ia tidak bergerak selama hampir satu menit. Air di keran tetap mengalir, menetes ke bak cuci, tapi otaknya tidak fokus ke suara itu. Ia hanya menatap lantai yang sedikit basah karena cipratan air. Ia akhirnya mematikan keran, lalu menarik napas panjang. Ia menaruh ponsel di meja makan dan mulai membereskan piring satu per satu. Tangan kanannya gemetar sedikit, tapi ia memaksa dirinya tetap bergerak seperti biasa. Sambil mencuci piring, pikirannya tidak di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN